Kamis, 02 Februari 2012

DANA PUMP UNTUK KESEJAHTERAAN NELAYAN

PROPOSAL USAHA
KELOMPOK PENANGKAPAN
“JARING UDANG KETAK”



Judul:
DANA PUMP UNTUK KESEJAHTERAAN NELAYAN



Oleh:
KELOMPOK NELAYAN RIZQI



KELOMPOK NELAYAN RIZQI
JLN SDN. NO 14/V KUALA TUNGKAL
2012


BAB I PENDAHULUAN

A. Judul Kegiatan
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN MELALUI KELOMPOK

B. Status Usaha
Usaha yang akan dijalankan adalah pengembangan usaha sebelumnya

C. Rasionalitas Kegiatan
Usaha Kelompok Nelayan Rizqi yang akan dijalankan adalah :
1) Usaha “ PENAMPUNGAN ” lebih khusus hasil tangkapan anggota,
2) “ Toko “ Sarana dan Prasarana penangkapan khususnya Jaring Udang Ketak,
3) Pengadaan POMPONG DAN JARING UDANG KETAK KOMPLIT bagi anggota yang belum punya,
4) Pelunasan Hutang anggota di Toke-toke / penampung yang ada.
5) Pelapisan Viber Pompong Nelayan Anggota Kelompok

Alasan kelompok dalam memilih usaha ini berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut; (a) Adanya selisih harga antara nelayan yang punya hutang dengan yang tidak punya hutang. Selisih tersebut bisa mencapai Rp. 3.000,- perekor bahkan lebih untuk udang ukuran JUMBO, (b) Sarana produksi yang paling dibutuhkan oleh nelayan jaring udang ketak adalah JARING, satu bulan untuk ukuran normal nelayan yang kelaut membawa 75 sambung jaring membutuhkan kurang lebih 8-10 fis jaring, jadi satu kelompok yang beranggotakan min 10 orang nelayan membutuhkan jaring paling tidak sebanyak 80-100 Fis, (c). Kelompok Nelayan Rizqi telah memiliki pengalaman dalam hal MEMBERDAYAKAN USAHA PENANGKAPAN TERUTAMA JARING UDANG KETAK secara berkelompok sejak tahun 2003 yang diawali dari PROGRAM PEMP tahun 2003.

D. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari dijalankannya usaha kelompok ini adalah:
a) Untuk memperoleh hasil penjualan hasil tangkapan yang lebih baik ( baca : lebih mahal ),
b) Menekan biaya produksi, dengan pembelian jaring skala besar selesih harga per fis jaring bisa mencapai Rp. 3.000,- bahkan lebih
c) Menumbuhkan rasa kebersamaan diantara anggota
d) Memberi rasa aman bagi anggota ( anggota kelompok didaftarkan sebagai peserta JAMSOSTEK MANDIRI ) dimana premi diambil dari keuntungan penjualan udang hasil tangkapan dan selisih harga jaring.
e) Menyediakan dana murah bagi anggota yang butuh perbaikan POMPONG, JARING, MESIN dan lainnya termasuk pembelian dan perbaikan rumah anggota tanpa harus hutang lagi dengan toke/rentenir.


BAB II METODE PELAKSANAAN

A. Produk
Hasil utama dari kegiatan ini adalah berupa UDANG KETAK dengan size dan harga perekor sebagai berikut :
Zize/Harga JUMBO SPR SP A B C K/TU
Harga Nel 37.000,- 28.000,- 18.000,- 12.000,- 10.000,- 7.000,- 2.000,-
Penampung 40.000,- 30.000,- 20.000,- 14.000,- 12.000,- 9.000,- 3.000,-
MARGIN 3.000,- 2.000,- 2.000,- 2.000,- 2.000,- 2.000,- 1.000,-
Keterangan :
1) Harga tersebut adalah harga pertanggal 15 Jan 2012 untuk nelayan di penampungan Gudang Putih ( TAHER ) Jln. Bawal Rt. 026. Kampung Nelayan
2) Masing – masing Agen menetapkan harga dan size yang berbeda, tergantung strategi pembelian
3) Harga Udang Ketak berfluktuasi, harga termahal pernah mencapai Rp. 40.000,- per ekor untuk ukuran JUMBO
4) Harga Udang turun jika daerah tujuan eksportnya sedang musim dingin, menjelang lebaran IDUL FITRI, HARI RAYA IMLEX dan pada saat musim udang ketak mudah mati ( warna putih, kurang daging, biasanya terjadi pada bulan September dan Oktober ).

B. Bahan Baku
Bahan yang paling banyak dibutuhkan dalam usaha penangkapan jenis jaring udang ketak adalah JARING ( Monofilament ), TALI Aris atas, Aris Bawah, PELAMPUNG Anak, Pelampung Putih dan TIMAH yang banyak dijual pasar jln. Asia/Kemakmuran khususnya Toko BINTANG SELATAN & Toko BANDUNG. Disamping Jaring beserta kelengkapannya dibutuhkan juga POMPONG yang banyak diproduksi didaerah PONGKAT, RIAU. Sedangkan MESIN, AS Propeler, KIPAS, BOHOL beserta baut-bautnya banyak dijual di Toko WILINDO, YANMAR dan Toko WIJAYA yang juga beralamat di jln. ASIA / KEMAKMURAN Kelurahan Tungkal IV Kota.

C. Proses Produksi :
Proses Penangkapan :
Udang Ketak hasil tangkapan nelayan yang dijual di agen-agen ditangkap dengan cara sebagai berikut :
a) Pertama-tama nelayan menyiapkan umpan sebelum melaut. Yang biasa dijadikan umpan adalah : Anak Ikan Pari, Hiu Cicak, Malong, Ikan Gulama, Ikan Lomek bahkan Kepala Ayam Potong ( khusus kepala ayam potong adalah pengalaman pribadi dari Muh.Arsyad, SE. Sewaktu masih kelaut ). Umpan tersebut diperoleh dari penampung-penampung ikan yang ada di sepanjang jalan Bawal Kampung Nelayan seperti ALAK didaerah Kampung Tengah ( Kampung tengah sebutan bagi DERMAGA nelayan yang berada di RT. 026 Kampung Nelayan, Kelurahan Tungkal II ), DESI disamping Masjid SYAHADATUL MUQORROMAH, Pasar Ikan Parit 3, Pasar Ikan Parit 1 dan Pasar Ikan Tanggo Rajo. Harga Umpan tersebut berfariasi mulai dari Rp. 2.000,- perkg ( ikan lomet ) hingga Rp. 8.000,- sampai Rp. 9.000,- perkg ( Anak Ikan Pari dan Hiu Cicak ). Tergantung Stok Umpan yang ada dan Kondisi Musim.
b) Setelah umpan tersebut diperoleh, umpan-umpan itu lalu dipotong-potong dengan ukuran 40-60 potong perkg lalu dipasang kancing/peniti. Kancing berfungsi untuk mengaitkan umpan dijaring. Rata-rata setiap pompong membeli umpan sebanyak 4-8 kg dengan panjang jaring antara 45-90 sambung.

Photo Nelayan yang sedang menyiapkan umpan sebelum melaut
c) Setelah umpan disiapkan, nelayan lalu membeli Minyak Solar dan ransum. Rata-rata nelayan berbekal minyak antara 5-15 liter, tergantung daerah tangkapan. Sedangkan ransum biasanya seharga Rp. 15.000 s.d Rp. 25.000,-.
d) Setelah Umpan, Ransum dan Minyak sudah disiapkan maka tibalah saatnya nelayan pergi kelaut. Waktu melaut berfariasi, ada yang berangkat air surut pulang pasang dan ada pula yang berangkat air pasang pulang air surut, tergantung musim dan kondisi pasang surut air.
e) Daerah tangkapan juga berlain-lainan mulai dari laut mendahara ( tanjab timur ) sampai ke Talang Bakung ( RIAU ) bahkan sekarang dengan mesin berkapasitas 30-35 PK/HP nelayan sampai ke Pulau Tiga ( perbatasan Riau dengan Bangka ). Jarak tempuh perjalanan sebelum memasang jaring mulai dari 30 menit hingga 2,5 jam.
f) Setelah sampai kelokasi tempat memasang jaring ( penentuan lokasi sesuai pengalaman dari masing-masing nelayan ), terlebih dahulu nelayan mengukur kedalaman air. Setelah mengetahui kedalaman air maka mulailah nelayan memasang jaringnya dengan cara :
 Pompong diatur sedemikian rupa supaya posisinya melintang terhadap arah arus air, melintang tidaknya arah pompong terhadap arus air cukup berpengaruh terhadap hasil tangkapan pada hari itu,
 Sambil mengumpil ( istilah nelayan untuk mengatur arah pompong dan memundurkannya ) jaring dijatuhkan dari pompong keair/ditebar sambil memasang umpan dengan cara mengaitkannya kejaring. Rata-rata 1 sambung jaring dipasang umpan antara 3-7 potong tergantung jumlah umpan yang dibawa.
 Setelah jaring selesai dipasang/ditebar/dijatuhkan kelaut, lalu nelayan menunggu ( istilahnya NAGAN ) beberapa saat. Lama menunggu/nagan ini dipengaruhi oleh :
1. Cuaca, jika ada kemungkinan angin ribut/ badai biasanya nelayan segera menarik/mengangkat jaringnya,
2. Merempat ( istilah jaring dempet karena memasangnya terlalu dekat ), jika jaring akan merempat maka jaring segera ditarik.diangkat,
3. Tohor ( istilah jumlah hari melaut dalam satu bulan ), jika sudah dipenghujung tohor biasanya nelayan tidak terlalu lama menagankan jaringnya, hal ini disebabkan arus air yang sudah tidak deras lagi atau sudah terlalu malam pulangnya karena air surut derasnya sudah terlalu sore,
4. Daerah tempat memasang jaring, jika daerah tempat memasang jaringnya jauh maka nelayan biasanya juga tidak terlalu lama menagankan jaringnya karena takut kemalaman pulangnya,
5. Musim, Jika musim utara ( angin kencang dan ombatnya besar biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga Januari ), maka nelayan juga tidak akan lama-lama menagankan jaringnya.
 Setelah menagankan jaring sudah dianggap cukup waktunya lalu nelayan mulai mengangkat jaringnya. Sambil mengangkat jaring, nelayan melepaskan udang yang terbelit/tersangkut dijaring. Udang langsung disortir berdasarkan ukuran udang jika tempat penyimpanannya menggunakan pelampung putih besar. Namun ada juga nelayan yg melakukan penyortiran setelah seluruh jaring sudah diangkat. Hal ini tergantung cuaca, tempat penyimpanan udang dan waktu pada saat mengangkat jaring.
 Pada saat pengangkatan jaring tidak selamanya hanya udang yang tersangkut. Karena jaring menyisir dasar laut maka apapun yang terdapat di daerah pelintasan jaring selama ditagankan maka biasanya semuanya nyangkut. Maka ada istilah nelayan dapat Bawal Hitam ( artinya jaring kena sabut ) atau Mau Rambutan Gratis dak ( jaring kena rambutan laut bahkan tidak jarang jaring bergulung seperti tali ). Disamping Rambutan Laut, Sabut, Kepiting, Belangkas bahkan tidak jarang jaring nyangkut tunggul atau sisa bagan bahkan bangkai kapal yang tenggelam. Jika menjaring dekat Tanjung Bakung air dalam 8-9 Depa bisa saja jaring nyangkut PIPA GAS.
 Setelah jaring selesai diangkat maka tibalah saatnya untuk pulang. Selama perjalanan pulang tidak jarang ABK atau TEKONG khusus menjaga kondisi udang hasil tanggkapan agar tidak mati. Udang bisa mati jika kondisi air lau tidak terlalu asin ( musim hujan sehingga air laut jadi payau ) atau cuaca sangat panas. Maka selama perjalanan pulang air udang ketak harus rutin diganti.
 Setelah tiba ditepi pompong sudah merapat maka tibalah saat yang menggembirakan bagi nelayan yang hasil tangkapannya banyak dan selama perjalanan pulang tidak banyak udang yang mati karena udang siap untuk dijual.

D. Pemasaran :

Tidak ada kendala sedikitpun tentang pemasaran UDANG KETAK karena banyaknya penampung dan udang ketak termasuk hasil perikanan yang dieksport sehingga permintaannya selalu tinggi. Berapapun jumlah hasil tangkapan nelayan siap dibeli oleh Penampung dan Agen. Jumlah Penampung dan Agen yang ada di Kota Kuala Tungkal adalah :
LOKASI
Jln. Tenggiri / Senangin, Rt. 01 Parit 3 Kampung Nelayan Kelurahan Tungkal II
NAMA KETERANGAN
1. Udin Syahbandar Agen
2. AHAI Agen
3. H.Ibrahim Agen

Jln. Bawal Rt. 01, Rt. 026 dan Rt. 028, Kampung Nelayan, Kel. Tungkal II 1. H. Edi Tube Penampung
2. Alak Penampung
3. Kel. Nel Rizqi Penampung
4. Zaini Naro Penampung
5. Wahyu/Usup Agen
6. Kastalani Penampung
7. Gudang Putih Agen
8. Atek Agen
9. H. Zainnal Penampung
10. H. Cegak Penampung
11. Rudiansyah Penampung

Jln. Bahari, Kelurhan Tungkal II 1. Bang Panek Penampung

Jln. Tanggo Rajo, Dekat Gudang DOLOK, Kelurahan Tungkal III
Nama Keterangan
1. AKUANG Agen
2. ACIA Agen


Keterangan :
AGEN adalah pembeli udang ketak baik dari penampung maupun dari nelayan yang mengirim udang ketak kejakarta sebelum diekspot
PENAMPUNG adalah pembeli udang ketak dari nelayan lalu menjualnya keagen


E. Daerah Penangkapan,
Daerah penangkapan udang ketak yang dilakukan oleh nelayan adalah sebagai berikut :
1) Laut Tanjung Jabung Barat mulai dari alur Kuala Tungkal, Laut Pangkal Duri hingga ke Sungai Kerang, Perbatasan TANJAB BARAT dengan RIAU,
2) Laut Tanjung Jabung Timur mulai dari Laut Sungai Ayam, Mendahara bahkan hingga Kampung Laut dan Lambur Luar.
3) Wilayah Riau mulai dari Sungai Kerang, Mataparang, Kuala Enok, Sungai Laut bahkan sampai ke Sungai Bulu,
4) Perbatasan RIAU dan BANGKA yaitu sampai ke Pulau 3



BAB III TARGET


A. Target Hasil Tangkapan :
Hasil Tangkapan yang diharapkan dari 10 orang anggota kelompok adalah :
10 pompong x 20 hari melaut x 10-30 ekor udang = 2.000 – 6.000 ekor udang perbulan

B. Target konsumen :
Target komsumen dari udang ketak hasil tangkapan nelayan adalah :
1. Lokal, untuk konsumen lokal lebih banyak biasanya udang ukuran / size K ( KA ) dan TU ( TE-U ) dan udang mati yang dikumpulkan oleh pengecer dari gudang-gudang agen lalu dijual dipasar-pasar yang ada di Kuala Tungkal,
2. Eksport, untuk eksport udang ketak dilakukan oleh agen-agen yang mengirim udang kejakarta lalu dieksport kedaerah tujuan seperti HONGKONG dan CINA.

C. Target pendapatan :
Jumlah pendapatan yang diperoleh setiap bulan adalah :
1. Keuntungan penjualan udang hasil tangkapan Anggota adalah berkisar antara Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 6.000.000,- perbulan
2. Keuntungan dari penjualan Jaring Rp. 100.000,- perbulan
3. Total Pendapatan adalah Rp. 2.100.000,- hingga Rp. 6.100.000,- perbulan.

BAB IV RENCANA BIAYA

A. Rencana biaya usaha :
Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:

I. BIAYA INVESTASI


RINCIAN ANGGARAN BIAYA ( RAB )
KELOMPOK NELAYAN RIZQI
Jln. SDN No. 14/V Rt.026 Kampung Nelayan Kuala Tungkal

NO BAHAN JML SATUAN HARGA / SATUAN TOTAL
A. POMPONG KOMPLIT
1 Pompong 1 Gt ( 6 Keping Papan ) 2Buah 3.500.000,00 7.000.000,00
2 Papan untuk lantai 8Keping 50.000,00 400.000,00
3 Papan untuk kamar mesin 8Keping 50.000,00 400.000,00
4 Broti 2x3 untuk sinta 12Batang 35.000,00 420.000,00
5 Broti Resak 4x6, 4 mtr u/Btln 2Batang 100.000,00 200.000,00
6 Paku 10Kg 18.000,00 180.000,00
7 Cat (untuk Les Goltex 8Kaleng 10.000,00 80.000,00
8 Cat untuk Anti kapang 2Kaleng 80.000,00 160.000,00
9 Dempul 8Kampet 10.000,00 80.000,00
10 Upah Tukang 2Orang 650.000,00 1.300.000,00
Sub total 10.220.000,00

B. MESIN KOMPLIT
1 Mesin 5Buah 5.000.000,00 25.000.000,00
2 Bohol 1" 2Buah 150.000,00 300.000,00
3 Kipas 155 2Buah 180.000,00 360.000,00
4 AS Propeler 1", 2,5 Meter 2Batang 700.000,00 1.400.000,00
5 Kelahar 1", 4Buah 35.000,00 140.000,00
6 Pin AS 4Buah 5.000,00 20.000,00
7 JOS 2Buah 150.000,00 300.000,00
Sub total 27.520.000,00

C. BAUT & RING
1 Baut & Ring untuk Sinta mesin Buah
2 Baut & Ring untuk Kemudi Buah
3 Baut & Ring Untuk Sayap Pompong Buah
4 Baut & Ring Untuk Bantalan Mesin Buah
Sub total 500.000,00

D. KEMUDI & SAYAP
1 Papan Kemudi 1,5 mtr 4Keping 35.000,00 140.000,00
2 Papan Sayap 2,5 mtr 2Keping 45.000,00 90.000,00
3 Plat AS 2Lembar 25.000,00 50.000,00
4 Karet 2Buah 5.000,00 10.000,00
Sub total 290.000,00

E. JARING dan KELENGKAPANNYA
1 Jaring 4", 0,30 mm 540PIECE 100.000,00 54.000.000,00
2 Timah 100Kg 40.000,00 4.000.000,00
3 Pelampung Kecil / Telor 500Biji 700,00 350.000,00
4 Pelampung Putih 50 Biji 6.000,00 300.000,00
5 Tali 4 mm untuk Aris Atas & Bawah 100Kg 27.000,00 2.700.000,00
6 Tali Pengikat No 10 10Gulung 12.000,00 120.000,00
Sub total 61.470.000,00

TOTAL KEB. UNTUK POMPONG & JARING UDANG KETAK KOMPLIT Rp. 100.000.000,00


2. PERALATAN KANTOR

No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Meja tulis 1 bh Rp. 375,000 Rp. 375,000
2 Kursi 1 bh Rp. 325,000 Rp. 325,000
3 Alamri arsip 1 bh Rp.1,250,000 Rp. 1,250,000
Jumlah Rp. 1.950.000,00

JUMLAH BIAYA INVESTASI Rp.101.950.000,00


II. MODAL KERJA

Modal Kerja yang dibutuhkan terdiri dari :
1 Modal Penampungan Rp 10,000,000
Jumlah Rp 10,000,000


III. BIAYA OPERASIONAL DAN GAJI

Adapun biaya operasional dan yang diperlukan adalah :
1 Biaya listrik Rp. 20,000,- Rp. 20,000,-
2 ATK Rp. 50,000,- Rp. 50,000,-
3 Gaji Rp. 750,000,- Rp.1,000,000,-
4 Iuran Jamsostek Anggota Rp. 750,000,- Rp. 750,000,-
Jumlah Rp. 1,570,000,- Rp.1,820,000,-

Catatan :
a) Jika Pendapatan dalam satu bulan kurang dari 1,5 juta rupiah, gaji sebesar 50% pendapatan,
b) Pendapatan 1,5 juta sampai 3 juta, gaji sebesar Rp. 750,000,-
c) Diatas 3 juta, gaji sebesar Rp. 1,000,000,-


IV. KEUNTUNGAN PER BULAN

Adapun biaya operasional dan yang diperlukan adalah :
Keterangan Pendapatan Biaya Operasional & Gaji Keuntungan
Minimal Rp 2,000,000 Rp. 1,570,000,- Rp 430,000
Maksimal Rp 6,000,000 Rp. 1,820,000,- Rp 4,180,000


B. Rancangan Pengembangan & Investasi:

Keuntungan yang diperoleh selama satu tahun akan digunakan untuk:
a) Sebesar 30% untuk Pengembangan usaha / Pemupukan Modal
b) Sebesar 40% untuk SHU akhir tahun Anggota
c) Sebesar 10% untuk Dana Sosial dan Pendidikan anak Anggota
d) Sebesar 10% untuk Pengurus
e) Sebesar 10% untuk Karyawan



BAB V ORGANISASI PELAKSANA

A. Personil :
Personil pelaksana kegiatan usaha tersusun sebagai berikut:

No Nama Deskripsi tugas
1 Ahmat Sumbawa Produksi
2 Sahrian Produksi
3 M. Nayan Produksi
4 Afrizal / Bujal Produksi
5 Mustafa Produksi
6 Ani Produksi
7 M. Sunar Produksi
8 Misran Produksi
9 Robiansyah Produksi
10 Mentong Produksi


B. Pendamping :

Kelompok Nelayan Rizqi dalam menjalankan usahanya akan didampingi oleh:

No Nama Lembaga/Keahlian Deskripsi Tugas
1 Muh. Arsyad,SE
( 0852 6601 7659 ) 1. D III UGM / Teknik Mesin Konsultan Usaha
2. Universitas Jambi/ S1 Ekonomi dan Keuangan
3. CV Karina Plen /
Tenaga Pendamping Desa
4. Swamitra Mina Kop.Lepp MM /
Manager
2 Julianti, S.Pt
( 0852 7116 0518 ) Universitas Jambi/ S1 Peternakan Management Usaha
dan Pelaporan



SUSUNAN PENGURUS DAN ANGGOTA
KELOMPOK NELAYAN RIZQI

KETUA : M. SUNAR
SEKRETARIS : MENTONG
BENDAHARA : SAHRIAN


ANGGOTA :
1. AHMAT SUMBAWA
2. M. NAYAN
3. AFRIZAL / BUJAL
4. ANI
5. MUSTAPA
6. MISRAN
7. ROBIANSYAH

Selasa, 13 Desember 2011

Duduk

Anak merupakan amanah dari Ilahi yang harus dipertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah. Dia bisa menjadi berkah bagi kedua orangtuanya bila dapat menjadi anak yang Saleh dan sholehah tapi sebaliknya dapat pula menjadi bencana jika orang tua tidak dapat mendidiknya menjadi anak yang saleh atau sholehah.

Senin, 05 Desember 2011

Ingin memberi yang lebih baik

Nelayan,

Selalu identik dengan kemiskinan, terlalu banyak faktor yang menyebabkan kemiskinan itu, kata para ahli atau orang-orang yang memang berkecimpung dengan dunia nelayan.


Mulai dari penguasaan faktor produksi, pananganan hasil produksi hingga pemasaran hasil tangkapan, semuanya  mempengaruhi hasil pendapatan nelayan.